Life is about choice

Do your best or nothing, No change no future, No pain no gain…

GAGASAN TANPA BATAS

Posted by Niyamabrata pada September 4, 2012

Majalah Life menggelarinya ma nusia nomor satu di millennium ke dua. Jumlah barang-barang yang berhasil diciptakannya membuat orang menahan nafas – 1.093 buah. Ia mempatenkan penemuannya lebih banyak daripada siapapun di dunia ini, kurang lebih satu kali setiap tahun selama 65 thn berturut-turut. Namanya adalah Thomas Alpha Edison.
Banyak orang yang mengakui kemampuan Edison memiliki kreativitas seorang jenius. Tapi ia menamakannya sebagai hasil kerja keras. “Jenius”, tanggapannya, “Adalah 99% dedikasi dan 1% inspirasi”. Saya percaya kesuksesannya akibat factor ketiga yang dimilikinya: sikap yang positif.
Edison adalah seorang optimis yang bisa melihat hal terbaik di dalam segala sesuatu. “Jika kita melakukan semua hal yang bisa kita lakukan”, katanya, “kita akan membuat diri kita luar biasa”. Ketika membutuhkan 10.000x percobaan untuk mencari bahan yang paling tepat untuk membuat bola lampu, ia tidak memandangnya sebagai kegagalan. Dengan segala upaya ia mengumpulkan informasi mengenai apa yang tidak berhasil, mengarahkannya lebih dekat pada solusi. Ia tidak pernah ragu akan menemukan bahan yang tepat. Keyakinannya dapat disimpulkan dengan pernyataannya sendiri : “Kebanyakan dari hidup yang gagal adalah orang-orang yang tidak menyadari seberapa dekatnya mereka pada kesuksesan pada saat mereka menyerah”.
Mungkin peristiwa yang paling mencatat sikap positif Edison berasal dari bagaimana ia memandang suatu kejadian tragis pada saat umurnya mencapai 60 thn. Laboratorium yang dibangunnya di West Orange, New Jersey, terkenal di seluruh dunia. Ia menamakan kompleks dengan 14 bangunan itu sebagai pabrik ide. Bangunan utamanya sangat megah – berukuran 3x lebih besar dari lapangan sepak bola. Dari sanalah ia dan anak buahnya menciptakan penemuan-penemuan baru, mengembangkan prototype, memproduksi barang-barang dan mengirimkannya kepada pelanggan. Bangunan itu menjadi model bagi pusat penelitian dan produksi modern.
Edison sangat menyukai tempat itu…tetapi pada bulan Desember 1914, laboratorium favoritnya dilalap api. Saat ia berdiri di luar dan memperhatikan api menghabiskan gedung kebanggaannya, puluhan saksi mata melihat ia berkata, “ Nak, jemput ibumu, Ia tidak akan pernah melihat api sebesar ini lagi”.
Kebanyakan orang akan hancur oleh insiden itu. Tapi bukan Edison. “Aku berumur 67 thn”, katanya setelah tragedy, “tetapi belum terlalu tua untuk memulai yang baru, aku telah melalui banyak peristiwa seperti ini”. Ia membangun labnya kembali, dan tetap bekerja selama 17 tahun berikutnya. “Aku memiliki gagasan yang tidak terbatas tetapi waktu yang terbatas”, komentarnya. “Paling lama aku hidup sekitar 100 thn”. Ia meninggal pada usia 84 thn.
Jika Edison bukan merupakan pribadi yang positif, ia tidak akan pernah meraih kesuksesannya sebagai penemu. Jika anda melihat orang-orang diberbagai profesi mereka berhasil meraih kesuksesan yang abadi, anda akan menemukan bahwa mereka hamper selalu memiliki pandangan positif terhadap kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: