Life is about choice

Do your best or nothing, No change no future, No pain no gain…

Leluhur

Posted by Niyamabrata pada September 4, 2012

“Dosa perbuatan buruk bisa diampuni dengan amal perbuatan baik, TETAPI hutang tidak, hutang harus dibayar. Kita bisa hidup di dunia ini karena adanya orang tua, kakek, buyut, dan seterusnya(leluhur). Hutang kepada leluhur harus kita bayar meskipun tidak akan pernah lunas. Hukumnya bagi orang-orang yang tidak mau membayar hutang kepada leluhur dan bahkan sampai tidak tahu asal-usulnya(leluhurnya); bagi mereka yang demikian itu akan tertimpa kesusahan seperti : berkelahi antar keluarga, sakit terus menerus tanpa sebab yang jelas, diganggu pikiran yang tidak pernah tenang, tidak punya wibawa/kharisma, bodoh, malas dan kata-katanya tidak berarti, hidup boros sehingga menjadi miskin, tidak pernah rukun dengan anak-istri/suami, banyak kerjaan tetapi hasilnya kurang/tidak memadai.
Seberapa besar pun usaha kita untuk beramal baik dan menghapus dosa-dosa kita, akan tetapi kita lupa kepada leluhur kita maka niscaya hal-hal tersebut di atas akan menimpa kita.
Untuk itu mari kita bahagiakan orang tua kita, selalu berdoa buat leluhur kita, kunjungi makam leluhur, dll. Dan dengan selalu tetap berbuat baik di setiap pikiran, perkataan, dan perbuatan kita. (Dr berbagai sumber)

Referensi:
Kawitan berasal dari kata “Wit” artinya asal-usul. Bhisama leluhur yang dimuat di Prasasti antara lain berbunyi sbb.: (terjemahan;;))

…..”tulah” hukumnya bagi orang-orang yang tidak tahu kawitan:/; bagi mereka yang demikian itu akan tertimpa kesusahan:]xx seperti “sabe asanak” (: berkelahi antar keluarga>:O), “tanpegat agering” (sakit:& terus menerus tanpa sebab yang jelas), “katemah dening bhuta kala>=) dengen” (: diganggu pikiran yang tidak pernah tenang:s), “surud kawibawaan” (: tidak punya wibawa/ kharismaX_X), “surud kawisesan” (: bodoh:]Y, malas(=| dan kata-katanya tidak berarti:x), “kelangenan tan genah” (: hidup boros*dine**beer**wine* sehingga menjadi miskin:'(), “sedina anangun yuda neng pomahan” (:tidak pernah rukun dengan anak-istri3), “rame ing gawe kirang pangan” (: banyak kerjaan tetapi hasilnya kurang/ tidak memadai:]xx)

Tetapi berbakti kepada Kawitan, tidak berarti lalu membangkitkan fanatisme soroh.O:)O:)8-|

Seperti apapun kita rajin bersembahyang, tapi klo kita lupa akan Kawitan, akan ada energi negatif yg akan selalu mempengaruhi kita dan keluarga. Dan Tuhan telah menyatakan hukumnya dalam salah satu sumber yg bisa dipercaya bahwa:”dosa perbuatan buruk bisa diampuni dengan amal perbuatan baik, TAPI hutang tidak”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: