Life is about choice

Do your best or nothing, No change no future, No pain no gain…

Berlayar Bersama Masalah

Posted by Niyamabrata pada September 8, 2012

(Ajakan Untuk Merenung)
“ Kita diciptakan tidak sempurna, sedangkan kita menginginkan kesempurnaan. Tuntutan hari-hari terhadap kesempurnaan akan menjadikan berbagai masalah muncul”.

Bagaimanapun kita berusaha agar terhindar dari permasalahan dan tekanan hidup, kita pasti akan menghadapinya. Ini sudah menjadi hukum alam yang manfaatnya justru lebih banyak daripada segi-segi negatifnya. Kita hanya butuh kecerdasan untuk mengerti bagaimana menghadapi dan mengatasinya.

Pertanyaan yang mungkin muncul, apakah manfaat masalah-masalah dan tekanan hidup sehari-hari? Sebetulnya, tekanan-tekanan yang kita hadapi akan membuat kita lebih matang dan menambah pengalaman kita. Manusia mendapatkan kemampuan untuk bertahan dari kemampuannya menyerap dan memikul cobaan.

Permasalahan sehari-hari yang kita hadapi akan menggerakkan diri kita untuk maju dan member lebih banyak. Kemarahan kekasih berikut penolakannya, itulah yang membuat kita bisa iklas, menjalin hubungan, belajar kemanisan kata dan kelemah-lembutan. Masalah-masalah keuangan mengajarkan kita untuk menabung dan bekerja lebih keras lagi. Dan kita bisa melihat betapa sebuah keluarga yang telah lama berpisah dapat dikumpulkan oleh kematian salah satu anggotanya, betapa seorang anak durhaka mengetahui nilai orang tua setelah dia merantau, bagaimana seorang istri baru mengetahui cinta suaminya terhadapnya ketika dia sedang sakit, dan betapa seorang manusia kembali kepada Tuhannya setelah lalai disebabkan musibah yang menimpanya.

Tuhan mengajarkan kita untuk tidak mengambil kesimpulan dalam masalah yang kita hadapi sebelum betul-betul menghayati manfaat-manfaatnya. Sebab bisa saja anugrah menjadi pusat petaka, dan pemberian menyebabkan krisis.

Kita harus menghadapi masalah dengan hati yang tenang, berusaha belajar seni berserah diri kepada Tuhan serta menerima apa yang telah ditetapkan untuk kita, dan berprasangka baik terhadap semua ketentuan-Nya.
Kebanyakan dari kita sering mengeluh dengan keadaan yang kita alami. Tuhan kadang melipatgandakan apa yang ada pada kita dari kekurangan, kemiskinan, dan kesusahan. Padahal kelelahan dan cobaan adalah tanah yang di dalamnya tumbuh benih-benih kejantanan. Tidaklah cita-cita orang besar menjadi baik kecuali melalui akumulasi kesulitan dan kerja keras, dan tambang orang-orang besar bersinar di tengah-tengah gelombang yang mengepungnya, seakan-akan gelombang itu adalah angin yang bertiup pada nyala api hingga bergelora. Ia akan cepat padam jika ditinggalkan sendiri.

Tidak ada yang bisa kita lakukan kecuali bersiap sedia menghadapi masalah dengan senyuman mengembang, dan hadapilah hidup dengan ketenangan. Jangan kita biarkan musibah menghancurkan kita. Milikilah simpanan-simpanan orang besar dan bekal yang mereka gunakan dalam menghadapi masalah, pertama-tama yaitu : Segala puji bagi Tuhan, Sesungguhnya kita semua adalah milik Tuhan, Sesungguhnya kepada-Nyalah kita akan kembali. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali Tuhan. Ya Tuhan, berilah kami pahala dalam musibah kami, dan gantilah dengan yang lebih baik darinya.

Ada 6 hal yang harus kita ingat sehingga bisa memudahkan kita menghadapi setiap musibah, yaitu : 1. Hendaknya kita ingat bahwa semua berjalan dengan hukum alam dan takdir Tuhan 2. Bahwa kesusahan tidak akan memalingkan takdir dari kita
3. Bahwa apa yang menimpa kita lebih ringan daripada yang lebih besar dari itu
4. Bahwa apa yang masih kita miliki lebih banyak daripada apa yang diambil dari kita
5. Bahwa setiap ketentuan memiliki hikmah, dan bila kita mengetahuinya, niscaya kita akan melihat musibah sebagai sebuah kenikmatan
6. Bahwa setiap musibah tidaklah kosong dari pahala dan pengampunan atau pengangkatan derajat atau penahanan cobaan yang lebih dahsyat. Dan apa yang ada di sisi Tuhan lebih baik dan lebih kekal.

“Kalau tidak karena cobaan, manusia tidak akan pernah merasakan kenikmatan. Sedikit sekali kenikmatan tanpa cobaan atau cobaan tanpa kenikmatan”.

Dikutip dari Buku “Valentine Abadi” karangan Karim asy-Syadzily. Penerbit Arfani Press. Maret 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: