Life is about choice

Do your best or nothing, No change no future, No pain no gain…

Radar Ground Master GM-400 Berteknologi DBF

Posted by Niyamabrata pada Maret 6, 2013

Radar GM-400 adalah radar buatan Thales Perancis. Radar ini merupakan surveillance radar 3D yang mampu memberikan informasi berupa jarak, azimuth, dan ketinggian dari target yang berada dalam ruang udara. Dengan perkembangan teknologi processor yang sangat pesat, pihak Thales Raytheon System (RTS) sudah mampu mengaplikasikan teknologi Digital Beam Forming (DBF) yang mana teknologi ini dulu belum bisa diaplikasikan karena keterbatasan ukuran komponen elektronika, berat, dan harga yang belum bisa dipenuhi. Teknologi DBF ini ada yang diaplikasikan pada level radiating element dan ada juga yang diaplikasikan pada level sub-array-nya pada antenna dari radar. Untuk radar Master-T masih menggunakan teknologi Analog Beam Forming (ABF). Pada Analog Beam Former, sinyal-sinyal echo/pantulan yang diterima pada masing-masing radiating element di antenna dikombinasikan pada frekuensi radio. Pada output Analog Beam Former, receiver terpusat (centralized receiver) melakukan down-converting sinyal dari radio frequency (RF) ke intermediate frequency (IF) dan memerlukan Analog-Digital Converter (ADC) untuk proses digitalisasi sinyal IF tersebut. Sedangkan pada DBF, proses digitalisasi sinyal RF langsung dilakukan pada masing-masing radiating element atau pada masing-masing sub-array. Ilustrasinya bisa dilihat pada gambar.

Jenis arsitektur DBF ada dua. Yang pertama yakni arsitektur DBF yang diaplikasikan pada level radiating element membutuhkan receiver digital yang terdiri dari sebuah down-converter dan sebuah ADC. pada masing-masing radiating element-nya. Kelebihan arsitektur ini yakni mampu menghasilkan multiple beam yang independen dan simultan. Beam yang independen ini bisa di-steer (kendalikan/diarahkan) ke segala arah. Kedua yaitu arsitektur DBF yang diaplikasikan pada level sub-array membutuhkan phase shifter pada masing-masing radiating element-nya, sebuah analog sub-array beam former dan receiver digital pada output dari masing-masing sub-array-nya. Arsitektur ini menghasilkan multiple beam yang ter-cluster (terkelompok) yang terletak di dalam pola sub-array-nya.

Aplikasi DBF pada level radiating element membutuhkan biaya yang lebih mahal dibandingkan dengan aplikasinya pada level sub-array karena jumlah receiver digital yang dibutuhkan lebih banyak. Dan juga jumlah data digital yang diproses untuk membentuk beam pada saat penerimaan juga lebih besar.

Pada teknologi DBF ini noise dan distorsi sinyal dari masing-masing receiver digital bisa didekorelasikan di antara semua receiver tersebut dengan menggunakan pembobotan digital (digital weight)

Keuntungan DBF :

1. Bisa meningkatkan Dynamic Range,

2. Waktu pencarian frame yang lebih cepat jika menggunakan multiple beam yang simultan dan,

3. Kontrol yang lebih baik terhadap phase dan amplitude untuk adaptive nulling dan lower sidelobe level.

Dengan teknologi DBF ini dimungkinkan untuk mendeteksi target yang memiliki Radar Cross Section (RCS) lebih kecil pada beberapa. kondisi lingkungan yang ber-clutter tinggi. Dynamic range menentukan kemampuan receiver radar untuk memproses sinyal echo yang datang bersamaan dengan clutter yang memiliki power yang besar tanpa membuat receiver saturasi. Dynamic range radar yang berteknologi DBF adalah 10Log(N) lebih besar dari radar dengan teknologi ABF dimana N adalah jumlah receiver pada masing-masing radiating element dari antenna. Selain itu , DBF juga lebih efisien dalam pengaturan waktu dan energi.

Spesifikasi Radar GM-400 adalah sbb :

1. Frekuensi : 2,9 – 3,3 GHz

2. Display Range : 470 Km

3. Range Resolution : 200 m

4. Beamwidth : 3
derajat

5. Hit per scan 1 …3

6. Antenna Rotation : 6 second

Berbeda dengan Radar Master T yang masih menggunakan sistem pendingin cairan untuk mendinginkan elemen-elemen/modul transceiver dan komponen-komponen di aerial-nya, GM-400 hanya menggunakan udara segar yang dihembuskan oleh dua buah fan besar sehingga sangat mudah dalam hal pemeliharaan dan perawatannya.

Sedangkan, untuk komunikasi datanya, GM-400 sudah menggunakan saluran transmisi data berupa serat optik (optic fibre) yang memiliki bandwidth jauh lebih lebar daripada bandwidth kabel UTP. Untuk radar Master-T sebagian masih menggunakan kabel UTP. Referensi :
1. Merrill I. Skolnik, Radar Handbook Third Edition, The McGraw-Hill Company, New York, 2008, Page 13.56

Sent from my BlackBerry®

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: