Life is about choice

Do your best or nothing, No change no future, No pain no gain…

Ramalan Perkawinan Menurut Joyoboyo

Posted by Niyamabrata pada Juni 27, 2013

ramalan_prabu_joyoboyo_50_dpi1Tenung Joyoboyo Untuk Perkawinan

Menikah adalah tahapan kehidupan setiap orang normal yang harus dilalui setelah orang tersebut selesai menempuh pendidikan dan mulai bekerja. Menikah itu tidak boleh sembarangan. Ibarat membentuk sebuah perusahaan, membentuk rumah tangga juga butuh banyak faktor yang harus disiapkan. Hal-hal yang harus diperhatikan agar perusahaan/rumah tangga bisa berjalan sesuai harapan : orang-orang yang terlibat harus baik, sama-sama memiliki niat baik, mendapat dukungan dari orang sekitar/pihak2 terkait, memiliki komitmen untuk selalu memberikan yang terbaik.  Di bawah ini ada cerita tentang Prabu Jayabaya yang dipercaya memiliki kemampuan untuk membaca tanda-tanda alam sehingga Beliau memiliki kemampuan untuk memprediksikan masa depan sebuah pernikahan. Selamat membaca.

(Jika mau dibantu meramalkan perkawinannya, atau yang akan mau menikah bisa kasi komentar di bawah. Ternyata akurat juga – tinggal sebutkan nama lengkap kedua pasangan aja)

Joyoboyo adalah seorang Raja Panjalu/Kediri keturunan Erlangga, bertahta sejak 1130 M sampai 1160 M (selama 30 tahun). Beliau dikenal dengan nama Sri Jayabhaya atau Prabu Jayabhaya. Setelah Erlangga turun tahta sebagai raja Kahuripan wilayah kerajaan terbagi dua, yakni Panjalu (sekarang : Kediri) dan Jenggala (sekarang : Singosari).  Sri Jayabhaya berhasil menyatukan kembali kedua wilayah itu pada tahun 1130.

Dalam masa pemerintahannya, Jayabhaya didampingi oleh dua rohaniawan terkenal yakni Mpu Sedah dan Mpu Panuluh. Tenung Joyoboyo diduga merupakan karya spiritual dari ketiga tokoh itu yakni Jayabhaya, Mpu Sedah dan Mpu Panuluh. Tenung atau ramalannya di kemudian hari banyak terbukti benar.

Yang terkenal paling tepat adalah tenung sloka 129 yang ditulis dalam bahasa Jawa kuno sekitar tahun 1130 – 1160 sebagai berikut : Iku balane semut ijo kang kelangan ngangrang, sapta linuweng ing sumur jalatundha kang kebak isi baya, iku tandha praptaning jaman wong sugih krasa wedi, wong padha dadi priyayi senenge wong jahat, susahe wong becik. Artinya : Itulah pasukan semut hijau (= TNI-AD, red) yang kehilangan (= menumpas, red) semut merah (= PKI, red), tujuh dimasukkan sumur jalatundha yang banyak buayanya (= 7 pahlawan revolusi terbunuh, al di sumur Lubang Buaya, red), itulah lambang datangnya jaman orang kaya merasa takut (= karena terlibat korupsi, red), orang banyak mengaku-aku jadi priyayi (= elit politik, red), orang jahat semakin senang (= kejahatan marak, red), orang baik semakin susah (= orang baik, jujur, tersisihkan, red). Peristiwa yang diramalkan itu dikenal dengan G-30-S tanggal 1 Oktober 1965. Jadi kejadian dan keadaan itu sudah ditenung sekitar 800 tahun sebelumnya !

Tenung Joyoboyo dalam meramalkan jalannya kehidupan setelah perkawinan, memperhatikan nama pasangan suami/istri atau calon pengantin. Nama yang dimaksud adalah huruf (aksara) pertama dari nama asli yang bersangkutan. Misalnya nama : Wayan Dharmaja Tanaya, yang digunakan dalam tenung ini hanya aksara D (dari Dharmaja). Selanjutnya tenung ini menggunakan matrix 20 aksara Jawa kuno yakni :  A NA CA RA KA DA TA SA WA LA PA DHA JA YA NYA MA GA BA THA NGA. Masing-masing aksara itu diberi Neptu/Urip atau angka yang pasti. Urip/neptu artinya : hidup, baik, lancar mencapai tujuan. Berkaitan dengan dewasa atau waktu yang mempunyai pengaruh besar pada alam semesta (bhuwana agung) serta menuntun manusia menuju hidup yang harmonis, bahagia, sejahtera. Selanjutnya buat tabel di bawah ini :

Kotak-kotak sejumlah 20 buah sama dengan jumlah aksara Jawa-kuno. Dibagi rata keempat penjuru mata angin dengan warna berbeda :

  1. Timur/Wetan/Purwa berwarna putih, aksara : A, NA(N), CA(C), RA(R), KA(K), masing-masing dengan Neptu/Urip : 5, 4, 3, 3, 3.
  2. Selatan/Kidul/Daksina berwarna merah, aksara : DA(D), TA(T), SA(S), WA(W), LA(L), masing-masing dengan Neptu/Urip : 4, 3, 2, 7, 5.
  3. Barat/Kulon/Pascima berwarna kuning, aksara : PA(P), DHA(Dh), JA(J), YA(Y), NYA(Ny), masing-masing dengan Neptu/Urip : 1, 4, 3, 10, 6
  4. Utara/Lor/Uttara berwarna hitam, aksara : MA(M), GA(G), BA(B), THA(Th), NGA(Ng), masing-masing dengan Neptu/Urip : 6, 1, 1, 3, 1.

Area yang di tengah-tengah dinamakan “Segara-Gunung” wilayah sakral yang hanya diperuntukkan bagi Dewa-Dewi, atau tidak untuk manusia.

Dalam perhitungan selanjutnya mencari huruf awal yang baik, selalu mengikuti arah sesuai perputaran jarum jam, atau yang dinamakan putaran “Purwa-Daksina” Perputaran ini diyakini sebagai putaran kehidupan, sesuai dengan putaran planet bumi pada sumbunya mengelilingi matahari.

Angka Neptu/Urip adalah angka konstan yang sudah ditetapkan oleh Joyoboyo ketika menerima wangsit. Jadi tidak perlu ditanyakan kenapa aksara A Neptunya 5, NA Neptunya 4, dan seterusnya.

Warna yang berbeda menurut arah mata angin mengikuti warna Dewa yang berkedudukan di arah tertentu : Ishwara di Timur berwarna putih, Brahma di Selatan berwarna merah, Mahadewa di Barat berwarna kuning, dan Wisnu di Utara berwarna hitam.

Letak aksara awal A di Timur mengandung filosofi kehidupan yang berawal dari terbitnya matahari di arah Timur. Demikian selanjutnya urutan aksara mengikuti purwa-daksina. (sumber : http://stitidharma.org)

10 Tanggapan to “Ramalan Perkawinan Menurut Joyoboyo”

  1. Error said

    Joyoboyo… Hmmm… Aku hanya menganggap itu kebetulan…😀

  2. Sukrawan said

    Kalo kita percaya sama Tuhan 100%…gak ada yg namanya kebetulan Bro…Semua sudah diatur oleh Tuhan.

  3. emillia yacoba margie pietersz said

    Sy lahir 30 september 1979 suami sy lahir 21 november 1985
    Tolong di ramal..makasih

  4. Liez Liezzifauzi said

    Lies susi lowati dan m.fauzi

  5. Nella said

    Tolong ki diramal, apakah kami akan berjodoh dan bagaimana pernikahan kami bila kami nanti menikah, saya lahir 21 Maret 1989 dan calon suami saya 27 April 1989, nanti nama saya emailkan, mohon diblas

  6. Latri said

    sya lahir tgl 14 september 1978 dan calon suami sya lahir tgl 31 Juli 1988. Tolong di ramalkan. Trima kasih

  7. Stella said

    Saya stella 22 mein1986 dan calon suami 24 oktober 1983, tolong diramalkan… apa kita akan menikah tahun depan ….

  8. Anggun anggodo said

    tolong ramalkan saya, saya lahir 13 juli 1990 dan istri saya lahir 6 november 1986,,
    saya baru menikah bulan kemarin tanggal 7 januari 2016,,
    saya ingin tahu apa ramalan kedepan pernikahan saya.
    terimakasih sebelumnya

    • satrad245 said

      Anda lahir pada Sukra Paing Ugu, jumlah urip anda adalah 22. Sedangkan pasangan anda pada Wraspati Paing Medangsia dan jumlah uripnya adalah 20. Berdasarkan ramalan perjodohan dari Lontar Tri Pramana, pasangan ini akan baik, disegani dan berwibawa.

  9. Erni mardiana said

    Nama: erni mardiana
    Ttl: 8mei1992
    Nama pasangan: Naimi
    Tgl:31 desember 1992
    Mau tanya mbah, apa kah nasib masa depan atau rumah tangga saya gimna??
    Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: