Life is about choice

Do your best or nothing, No change no future, No pain no gain…

Bahan Ujian Logistik Pemeliharaan

Posted by Niyamabrata pada Oktober 1, 2013

1.            Tingkat-tingkat pemeliharaan :

a.            Pemeliharaan Tingkat Organik.

Pemeliharaan kecil yg dilakukan di T4 menggunakan material yg ada di alut dan dilakukan oleh personel pengawak material /alut dan menggunakan peralatan yg ada didalam alut itu sendiri. Pemeliharaan pada tingkat ini umumnya terbatas pada pemeriksaan periodik thd performansi peralatan, inspeksi visual, pembersihan peralatan, penyetelan eksternal peralatan dan penggantian beberapa komponen,  sedangkan perbaikan komponen dilakukan pada pemeliharaan tingkat menengah .

 Contoh Tahapan-tahapan pemeliharaan tingkat organik adalah sbb :

1)            Perencanaan

Pengusulan rencana kebutuhan suku cadang didasarkan atas obs sesuai bdp platform & sewaco siap jadw har 4 bln & jadw ming dg dasar plafon angagaran

2)            Pengorganisasian

a)            Opk mabesal ,buat renum (jadwal 2 tahunan)

b)            wasdal o/l bin kpl

c)             kpl buat renlak & renhar

3)            Pelaksanaan

a)            Abk lak giat bdsr dok/kartu  atau buku har

b)            Tdk dpt dilaks minta bantuan fasharkan (pub)

c)             Mat penduk giat diajukan kesat, sucad dr obs

d)            Harnik tertunda (lpt)

e)            K’tdk sesuaian antara dok spt dg kenyataan dilap (lub)

4)            Pengawasan

a)            Berjenjang : waspok kpl dilap ke staf kotama,  tembusan opk mabesal

 b.            Pemeliharaan Tingkat Menengah.

Pemeliharaan yg dapat dilakukan oleh pers yg ahli dibidangnya dan tergabung dlm kelompok pemeliharaan dasar (Base Maintenent team).  Team yang dimaksud bisa yang tergabung dalam organisasi spesialistik yang bersifat mobil, semi mobil, atau yang bersifat tetap pada suatu instalasi tertentu Pada tingkat ini items dapat diperbaiki dg mengganti modul,  rakitan beberapa modul, atau bagian dari pada pesawat.

 c.            Pemeliharaan Tingkat Depo.

Pemeliharaan menyeluruh yg hanya dapat dilakukan oleh personel yg ahli dibidangnya dan didukung dg peralatan serta sarana dan prasarana yang lengkap dan cangih. Pemeliharaan pada tingkat ini meliputi : Over Houl lengkap, pembangunan kembali (Repowering, MLM) dan kalibrasi terhadap semua peralatan, serta perbaikan semua bagian secara menyeluruh. Diperlukan tingkat persediaan suku cadang yang lengkap, secara diagram lingkup masings  tingkat perbaikan.

2.            Fungsi Pemeliharaan Materiil

a.    Pemeliharaan pencegahan, merupakan kegiatan teknis yang dilakukan selama alutsista tersebut digunakan, dilaksanakan secara sistematis dan terus menerus oleh pengguna materiil satuan, dengan tujuan untuk mencegah kerusakan kecil sebelum menimbulkan kerusakan yang lebih besar/berat.

b.    Pemeriksaan/pendeteksian, merupakan kegiatan teknis yang dilaksanakan oleh pengguna materiil maupun unsur pelaksana teknis pemeliharaan materiil untuk mengetahui tingkat kondisi kesiapan, jenis dan tingkat kerusakan alutsista.

c.    Penentuan klasifikasi dan kondisi, merupakan kegiatan pengelompokkan alutsista yang terdiri dari kegiatan :

1)           Pengelompokan alutsista ke dalam klasifikasi-klasifikasi berdasarkan usia pemakaian, sistem penyimpanan, jenis kerusakan dan perbaikan yang pernah dilakukan sebagai pertimbangan dalam penggunaan alutsista.

2)           Pengelompokan kondisi berdasarkan atas tingkat berfungsinya komponen-komponen alutsista yang berpengaruh terhadap operasional penggunaan alutsista.

c.    Perbaikan, merupakan kegiatan teknis pemeliharaan yang dilakukan dengan memperbaiki kerusakan dan memulihkan kondisi dengan  cara memperbaiki bagian yang mengalami kerusakan dan atau mengganti bagian yang rusak dengan bagian yang baru.

d.    Rehabilitasi, merupakan kegiatan teknis perbaikan materiil yang rusak berat dengan tujuan memulihkan kondisi alutsista sehingga dapat berfungsi dan digunakan kembali.

e.    Peningkatan kemampuan, merupakan kegiatan teknis dengan merubah, mengganti atau menambah komponen alutsista sehingga meningkatkan kemampuan dan efektifitas penggunaan alutsista.

f.    Uji kelaikan, merupakan kegiatan teknis pengujian terhadap kondisi dan kemampuan materiil dihadapkan kepada spesifikasi atau syarat standar tipe alutsista, sehingga alutsista dapat dioperasikan/digunakan dengan tingkat keselamatan yang dapat diandalkan sesuai dengan rancang bangunnya.

g.    Penyingkiran, merupakan kegiatan pemisahan dan pengumpulan materiil pada suatu tempat yang ditentukan dalam rangka perbaikan maupun penghapusan.

h.    Penyelamatan, merupakan kegiatan teknis untuk menyelamatkan komponen-komponen alutsista yang masih baik dan dapat digunakan untuk dijadikan sebagai materiil cadangan dukungan.

3.            Prinsip-Prinsip Pemeliharaan Materiil

  • Semua material hrs dpt dipelihara dengan baik & dimanapun sehingga kesiapan material akan dapat terjamin
  • Mencegah kerusakan merupakan  prinsip  utama dalam pemeliharaan material  TNI AL, sedangkan memperbaiki kerusakan merupakan usaha penanggulangan  yg tidak dapat dihindarkan.
  • Berpedoman kepada aturan-aturan, petunjuk teknis dari jenis material/alutsista.
  • Harus merupakan upaya berlanjut, terencana, pengadaan terpusat harus dbina dan didata secara teratur, tertib & berlanjut baik di bintek maupun gal yg bertanggungjawab
  • Sinkron/terkait dgn pembinaan fungsi lain

4.            Pemeliharaan Alutsista dengan anggaran terbatas  :

Penyelenggaraan binhar mat tnial adl segala usaha, pek & giat yg berhub dg Ren, Org, Laks, Was & Dal dlm rangka HarMat. Dlm rangka usaha pe’capaian sasaran dtt ketentuan sbb :

  • Kebijaksanaan

1)            Pemeliharaan mat. Harmat m’utama harcegah drpd perbaikan, hrs direnc dgn se-baiks

2)            Tingkat harmat. Efesiensi dlm pelaks harmat sus matalut ada 3 kat har : harnik,harmen, hardepo

3)            Peran satuans pemeliharaan. Sathar dibebani giat  har, tetap hankan keberadaanya & kemampuannya

4)            Dukungan bekal sucad. Dukbek sucad keperluan harmat dr gudang persediaan

  • Perencanaan

1)            Renc harmat tmsk Rengar dituangkan dlm Rengiat

2)            Renhar KRI kat Men & Depo tuangkan dlm JOP & JOG

3)            Ren penentuan Laks Harmat sdh ikut awal kegiatan

  • Pengorganisasian

1)            Dibentuknya Org para p’lenggara Harmat shg tdk terjadi tumpang tindih / ada kesenjangan dlm pelaks

a)            Kat MABESAL : OPM

b)            Kat KOTAMA   : Disharkap/Dimat

2)            Badan-Badan penyelenggara dukungan

a)            Duk Faslan : Disfaslanal & Bintek

b)            Duk Bekal     : Disbekal,Arsenal & Dismat

  • Pelaksanaan

KETENTUAN UMUM :

1) Har Non Alut diselenggarakan o/l satker masing

2) Har mat alut dilaks :

Terencana : – Har Organik

– Har Men

– Har Depo

– Harkat PUP

– Kan Farm Out

Tdk Terencana : Hardar

3) Org Yg terlibat Har :

                         – Kat Mabes : Slog kasal,Dismatal,Dissenlekal,                           Diskomlekal,Disadal,Dibekal,Dislaikmatal,

                           Disfaslanal,Dislitbangal

                        – Kat Kotama/Satker Bin :                                                         Koarmatim/bar,Kolinlamil,Dishidros,AAL

4) DUkungan Sucad

                         – Duk sucad seluruh kat harkan oleh Dopusbek

                         – Kalakgiat/yek

5) PULAHTA

                         –  Riwayat Kerusakan

                         –  Pemakaian Sucad

                         –  Penggunaan Anggaran Har

6) Duk Anggaran

                            – Pelaks duk anggaran didasarkan atas                                         DUK/DIK

                            – Rengarhar dituangkan dlm Rengiat.  Harkap dituangkan dlm Juklak Anggaran Harkap

7) WASDAL

                            – Utk dapatkan hasil pemeliharaan dg mutu  yg baik & dilaks sesuai prosedur ygberlaku

                               dan benar                      

8) PELAPORAN

                           – Lapju scr periodik

  • Pengawasan

Aplikasi kebijakan dilapangan :

  • Menerapkan azas-azas pemeliharaan materiil

1)            Peka dan responsif.                Pemberian dukungan pemeliharaan alutsista harus disesuaikan dengan kebutuhan pemakai, situasi dan kondisi yang dihadapi, sehingga akan selalu siap digunakan untuk mendukung tugas satuan.

2)            Pencapaian tujuan.  Pemberian dukungan pemeliharaan alutsista ditujukan pada terwujudnya sistem pemeliharaan yang responsif dan fleksibel dalam upaya memelihara kesiapan alutsista, guna mendukung pelaksanaan tugas satuan.

3)            Berkesinambungan.              Pemberian dukungan pemeliharaan alutsista harus menjamin kelancaran pemeliharaan secara bertahap dan berlanjut sehingga dapat diperoleh usia pakai (life time) alutsista yang lebih lama guna mendukung tugas satuan.

4)            Kesederhanaan.  Prosedur pemberian dukungan pemeliharaan alutsista harus dibuat sesederhana mungkin namun akurat serta sesuai peraturan yang berlaku, sehingga mempermudah pelaksanaan serta pencapaian tujuan.

5)            Keluwesan. Pengorganisasian dalam sistem dukungan pemeliharaan alutsista yang terdiri dari berbagai jaringan terkait harus peka terhadap perubahan situasi dan kondisi.  Walaupun dalam banyak hal terikat pada peraturan/hukum, namun dukungan pemeliharaan alutsista harus dapat memberikan ruang gerak yang cukup sehingga memungkinkan organisasi tersebut  mampu menjangkau ke depan serta mudah dikembangkan dalam keadaan darurat dengan hasil yang optimal.

6)            Keamanan. Penyelenggaraan dukungan pemeliharaan alutsista harus menjamin keamanan alutsista, Pelaksana Pemeliharaan alutsista maupun Pengguna alutsista.

7)            Ketelitian dan ketepatan. Pelaksanaan pemberian dukungan pemeliharaan alutsista memerlukan administrasi yang teliti dan cermat serta dapat dipertanggungjawabkan, disamping itu harus menjamin ketepatan data/informasi tentang alutsista, untuk kebutuhan perencanaan dan pelaksanaan pembekalan serta penggunaannya.

  • mengoptimalkan anggaran yang ada dengan membuat prioritas kegiatan pemeliharaan dan perbaikan dan belanja suku cadang duk. pemeliharaan secara cerdas dan cermat
  • Mengelola anggaran dengan efektif, efesien, dan benar maka hasilnya adalah peningkatan kesiapan SSAT
    Memprioritaskan  masalah keamanan teknis setiap alutsista di setiap angkatan supaya anggaran pemeliharaan itu tidak dibawah normal index agar keselamatan prajurit yang menggunakan alutsista, terutama yang berisiko tinggi terjamin
  • Merupakan minimum essential funding untuk minimum essential forces supaya tingkat keselamatan prajurit menggunakan alutsista darat, laut dan udara betul betul terdukung oleh anggaran yang pas.
  • Menunda pembelian dan pengadaan alutsista baru
  • Mempertimbangkan kembali kebijakan untuk menerima alutsista hibah dari negara lain yang justru menyedot anggaran TNI untuk pemeliharaan, padahal tidak efektif digunakan untuk kepentingan pertahanan dan keamanan negara.

Referensi :

  1. Petunjuk pelaksanaan nomor : juklak/ 05 / vi /2010 tentang pemberian dukungan pemeliharaan alutsista di lingkungan kementerian pertahanan  dan tentara nasional indonesia.
  2. Slide  Pelajaran Dukungan Logistik Terpadu Matra (DLT Matra)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: